Alhamdulillah, dengan izin-NYA kembali juga saya sebagai mujahidah cyber lalu mengatur rentak tari jari jemari ini di atas papan keyboard.Menukilkan sesuatu buat manfaat kita bersama. Saya baru sedar,sejak kebelakangan ini,saya banyak bercerita perihal diri ini yang tidak memberikan apa2 manfaat kepada kalian..asragfirullah..maafkan saya..
Maaf
Terima kasih
Susahkah mengungkapkan ucapan ini? Dua perkataan yang sangatlah mudah, tetapi untuk mengungkapkan amat susah sama sekali. Walhal, andai dua perkataan keramat ini diucapkan oleh insan yang bergelar manusia, sangatlah telinga yang mendengar ini merasa bahagia. Hati yang dipukul dalam ombak api kemarahan, tentu saja berjaya disimbah dengan air salji sesudah mendengarkan kalimat ini.

Jangankan manusia, Tuhan juga menyukai ayat-ayat maaf dan terima kasih dari hamba-Nya. Kerana kedua-dua ayat ini merupakan simbol untuk menghargai seseorang, malah Tuhan. Bagaimana mungkin untuk membalas jasa orang yang banyak berjasa pada kita, kalau bukan kalimat pertama yang terpacul dari bibir kita, iaitu; Terima kasih. Bagaimana mungkin untuk menyatakan tentang sesuatu sebaik sahaja kita merasa serba salah kalau bukan kalimat pertama yang ingin diungkapkan ialah; Maaf
Tapi, sedarkah kita yang bibir kita amat berat sekali untuk mengungkapkan ayat keramat ini, biarpun ia sangat mudah? Dengan ayat yang mudah ini juga, apabila ia selayaknya diungkapkan pada waktu yang sepatutnya, malah tidak diungkap, tentulah kita merasa kecewa dengan si pelaku yang seharusnya mengungkapkan perkataan ini. Percaya atau tidak?

Benar, walaupun perkataan
"MAAF" dan
"TERIMA KASIH" itu mudah, tambahan pula tidak perlu membazirkan enzim amilase untuk dihasilkan dalam air liur kita, tetapi payahnya ia diungkapkan. Mengapa? Kerana kita ego. Ego mengatasi segalanya. Lantas ucapan itu dirasakan tidak perlu. Apalagi kalau kita merasakan yang kita tidak bersalah. Sentiasa menuding jari pada orang lain. Si fulan yang bersalah! Tidak, si fulan yang bersalah! Siapa yang mengaku dirinya adalah salah? Semuanya mengaku diri adalah baik. Sampai bila mahu menang? Mengalahlah barang sekali dua, tidak rugi apa,untung pastinya.
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila digerogoti oleh syaitan (cepat) sedar dan mereka menjadi lebih waspada (melihat tipu daya syaitan)." (Al-A`raf:201)
Marilah menutupi laluan syaitan itu dengan membuang rasa ego dan tidak mahu mengalah dalam diri, tidak rugi apa bukan? Apa yang kita rugi hanya dengan meminta maaf dan berterima kasih? Tidak rugi, malah orang-orang inilah yang paling beruntung dan mendapat kemenangan.
Saya juga ingin mengambil kesempatan untuk ucapkan terima kasih kepada pembaca-pembaca yang mengikuti blog saya sejak blog ini dibina, followers blog ini, pembaca senyap blog ini, yang memberikan komen dan tak jemu membaca tulisan saya di dalam blog ini, terima kasih. Saya menghargainya,walaupun saya tau,saya banyak merepek dalam blog ni,asif T_T
Saya juga ingin meminta maaf kepada pembaca dan followers yang saya tidak pernah tegur atau tidak membalas respon sewaktu kalian memberikan komen di blog ini. Andai ada kelemahan dan tulisan saya yang membuatkan kalian terguris, saya mohon maaf. Saya hanya manusia biasa dan perlukan tunjuk ajar dari kalian semua.
Semoga Allah meredhai kita semua dan memberikan hidayah kepada kita. Amin..
0 komenan:
Post a Comment